XAMTHONE PLUS BANDUNG DAN JAWA BARAT


BANDUNG : AKHMAD YANI HP: 087822067787; Jl. Situ Lengkong No:15 Kel:Cijagra Rt:03 Rw:03 Kec:Lengkong Buah Batu, Bandung
BANDUNG : ASEP SAEFUDIN HP: 081572023453 TLP: 022-4211874; JL. JAWA NO:40 BANDUNG
INDRAMAYU : CONNI RAHARJA HP: 081802333678 TLP: (0234)271202 . Jl. Jendral A Yani No:105/D Indramayu
KOTA BANJAR PATROMAN : Asifudin Muhsin HP: 08567664321 Jl. Astana Rt/Rw: 04/03 Sukahurip Langensari Banjar JABAR

Senin, 04 April 2011

Tiga Nona Perkasa

Bisa dibeli online di www.binmuhsingroup.com
UNTUK KOLSUNTASI DAN PEMESANAN SILAHKAN HUBUNGI :
HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster
binmuhsin_group@yahoo.co.id
===

Tiga bersaudara anggota keluarga Annonaceae: sirsak, srikaya, dan mulwo tumbuh di Indonesia. Masing-masing memiliki senjata andalan untuk mengobati penyakit.

Pamor sirsak Annona muricata kini tengah naik daun sebab mampu menumpas kanker. Peneliti di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung, Prof Soelaksono Sastrodiharjo PhD dan Jerry L McLaughin dari Universitas Purdue menemukan bahwa daun sirsak mengandung senyawa aktif acetogenins yang secara uji praklinis pada beragam sel kanker memiliki kemampuan menghambat produksi energi ATP di dalam sel kanker.

Banyak kajian lain menggambarkan keampuhan daun zuurzak itu - sebutan tanaman sirsak dalam bahasa Belanda. Rebusan daun sirsak di berbagai negara di Amerika Selatan dan Afrika manjur mengobati penyakit cacingan, asma, hipertensi hingga malaria yang mematikan. Di luar daun, masih terdapat bunga, biji, kulit batang, sampai akar yang sama-sama berkhasiat. Di Brasil ekstrak biji sirsak, misalnya, menjadi bahan astringen atau toner untuk membersihkan kotoran di permukaan kulit.

Tidak beracun

Kerabat lain sirsak, srikaya Annona squamosa yang banyak ditanam di tanahair juga mempunyai beberapa manfaat penting. Tengok riset Kaleem M PhD dari Departemen Biokimia Universitas Alligarh Muslim di India seperti dimuat dalamSingapore Medical Journal pada 2008. Ekstrak daun muda srikaya itu dapat mengobati penyakit diabetes mellitus (DM) alias kencing manis yang saat ini jumlah penderitanya di seluruh dunia mencapai 250-juta orang.

Penelitian itu mengungkapkan asupan ekstrak daun muda srikaya sebanyak 300 mg/kg bobot tubuh secara oral pada mencit selama 30 hari memelorotkan kadar gula darah - antihiperglikemik, asam urat, dan kreatinin secara signifikan. Penurunan itu diikuti oleh melonjaknya nilai kadar insulin dan albumin. Riset itu juga membuka jalan bagi penelitian lain karena terungkap ekstrak daun srikaya itu berprospek pula mengatasi penyakit lever.

Di tanahair ketua Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu Universitas Gadjah Mada, Prof Dr Sismindari Apt telah meriset biji srikaya. Salah satu hasil penelitian itu mengungkapkan biji srikaya kaya ribosome inactivating protein (RIP). Peran RIP adalah merusak sintesis protein pada sel yang sedang tumbuh sehingga mati. ‘Dengan kondisi itu RIP juga berpotensi merusak sel kanker yang merupakan sel tumbuh,’ ujar Sismindari yang menjelaskan pula bahwa biji srikaya mengandung senyawa annonin yang tidak beracun.

Lebih jauh Sismindari menjelaskan bahwa kandungan RIP juga dijumpai pada daun meski jumlahnya tidak melimpah seperti pada biji. ‘Pada daun yang saya lihat efeknya dapat menggugurkan kandungan,’ katanya.

Tiga spesies

Sejatinya Annonaceae merupakan salah satu famili kelompok tumbuhan berbunga yang memiliki jumlah anggota lebih dari 2.000 spesies. Empat genus di antaranya: Annona, Rollinia, Uvaria, dan Asimina, buahnya dapat dikonsumsi. Genus annona terdiri dari 8 spesies antara lain sirsak Annona muricata, srikaya A. squamosa, mulwo A. reticulata, ilama A. diversifolia, A. glabra, A. purpurea, dan A. montana.

Tiga yang disebut pertama tumbuh di Indonesia. Sirsak dan srikaya lebih banyak dijumpai karena banyak dibudidayakan untuk dipanen buahnya. Mulwo jarang dipelihara karena rasa buahnya hambar tidak senikmat sirsak dan srikaya. Sebab itu tanaman ini menjadi langka. ‘Penelitian di luar negeri juga jarang dilakukan pada jenis ini karena tanamannya saja sulit diperoleh,’ kata Dr Hamidah MKes, peneliti Annona dari Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga di Surabaya.

Sejauh ini penelitian perbandingan senyawa kimia Annona belum banyak terungkap. Penelitian yang telah dilakukan terkonsentrasi mengupas hubungan kekerabatan antara sesama Annona seperti dilakukan Royero dan kawan-kawan pada 2004 yang meneliti kekerabatan variasi morfologi muricata dengan memakai teknik Random Amplified PolymorphicDNA (RAPD) di habitat berbeda di Kolombia, Amerika Selatan.

Habitat berbeda cukup berpengaruh pada keragaman sosok Annona meski berasal dari jenis sama, seperti perbedaan ukuran daun, bangun daun, dan warna daun. Hal itu dapat terjadi karena beragam faktor: suhu, ketinggian, kelembapan, dan kondisi tanah.

Hal sama juga diteliti oleh Hamidah. Ia memakai teknik serupa - RAPD - terhadap 3 spesies Annona: muricata, reticulata, dan squamosa yang tumbuh di Surabaya dan Pacitan - seluruhnya di Jawa Timur, menunjukkan bahwa squamosa memiliki kekerabatan secara taksonomi lebih dekat dengan reticulata daripada terhadap muricata. (Dian Adijaya/Peliput: Endah Kurnia Wirawati, Tri Susanti, dan Tri Istianingsih)

Srikaya

Riset Ira Djajanegara dan Prio Wahyudi dari P3 Teknologi Bioindustri BPPT mengungkap ekstraksi simplisia daun srikaya yang mengandung senyawa alkaloid, tanin, sterol, saponin, flavonoid, triterpenoid, dan glikosida berpotensi sebagai bahan alami antikanker. Hal itu lantaran ekstraksi daun srikaya memakai etanol 70% memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel HeLa - sel kanker turunan dari sel epitel leher rahim (serviks) pada manusia - dengan nilai LC50sebesar 7,6948 μg/ml.

Kulit kayu pohon srikaya lebih kuat 10 - 100 kali dibandingkan Adriamycin sehingga bersifat sitotoksik selektif pada sel tumor pankreas di manusia. Itulah hasil riset D Craig Hopp dan rekan-rekan dari School of Pharmacy & Pharmacal Science Universitas Purdue di Indiana, Amerika Serikat.

Mulwo

Riset D Craig Hopp dan rekan-rekan juga menemukan bahwa biji mulwo mengandung 6 senyawa acetogenins seperti annoreticuin, bullatacin, dan squamocin. Senyawa-senyawa itu memperlihatkan potensi melawan 4 jenis sel kanker yaitu Hep. 2,2,15, Hep. G2, KB, dan CCM2.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar